Minggu, 21 September 2014

T r e n g g i l i n g

http://typercat18.files.wordpress.com/2013/03/pangoxi.jpg
Trenggiling termasuk ke dalam ordo pholidota yang artinya bersisik banyak. Hewan ini memiliki 20 variasi spesies yang ada didunia, salah satu contohnya ialah Manis javanica yang hidup di hutan hujan tropis dataran rendah yang dapat ditemukan di Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). Trenggiling merupakan hewan unik karena memiliki kemampuan untuk menggulungkan tubuhnya.


Kapibara,Hewan Pengerat Terbesar diDunia



 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh91Q3qqAql9NTe_nVesIra4sTikijZiq8WTWMN6LQDHYCDxY0zrQEh7OpvrxiPQ-kGReSLCjn4lyPRNmp5rUakK-DaoAQbSSvnA6OJsVztxa3-yEi2argf_wFdGnPYEksr4lrn0nhjp_A/s1600/800px-Capybara_Hattiesburg_Zoo_%252870909b-42%2529_2560x1600.jpg
Salah satu hewan unik dari hutan tropis Amerika Selatan adalah kapibara. Apa itu kapibara? Kapibara (Hydrochoerus hydrochaeris) adalah nama sejenis hewan yang mungkin bisa dibilang mirip babi hutan berkepala marmut. Namun sebenarnya, kapibara sama sekali bukanlah babi. Mereka termasuk sebagai hewan pengerat (rodentia) yang mencakup tikus, landak, & tupai. Lebih spesifik, kapibara adalah rodentia terbesar di dunia karena kapibara bisa tumbuh hingga sepanjang 1,3 m & seberat 65 kg. Nama "kapibara" berasal dari bahasa lokal Guarani "Kapiÿva" yang berarti "penguasa rumput" karena ia selalu terlihat di area yang dipenuhi rumput makanannya.
Layaknya kebanyakan hewan pengerat lainnya, kapibara adalah hewan pemakan tumbuhan (herbivora) di mana makanannya mencakup rumput, tanaman air, buah-buahan, & bahkan kulit kayu. Dan layaknya hewan-hewan pemakan rumput, kapibara memiliki bakteri di dalam saluran pencernaannya untuk membantu mencerna selulosa, materi dari tumbuhan yang sulit dicerna enzim pencernaan biasa. Lebih lanjut, kapibara juga suka memakan kembali kotorannya untuk menjaga jumlah bakteri di saluran pencernaannya & mencerna kembali sisa makanannya. Kapibara juga diketahui bisa memuntahkan kembali makanan dari perutnya ke mulut untuk dikunyah lagi menjadi lebih halus.

Elang Jawa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmpgUoIiaVbFYlVICCTuuQoKYobDLrv55lIOUjRcc2ppcfKP1luIm2hscGWNhLkzG7ZdrGjbFHF8_hQMBr4m5nGHowmMz79LN8EC6EMKapHv0EYABX-SndCz0Sfj_lSZ5qMp0yw45KfNQy/s1600/elangjawa.jpg
Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.


Identifikasi

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 60cm yang habitatnya berada di pulau Jawa, Indonesia. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Sebagai salah satu satwa endemik di Pulau Jawa, spesies ini termasuk yang menghadapi risiko kepunahan karena berkurangnya habitat. Ia hidup di blok-blok hutan yang masih tersisa di daerah pegunungan.

Sabtu, 20 September 2014

Rahasia Kulit Bunglon Berubah Warna


 http://enggifamelloestrada.files.wordpress.com/2011/05/62e60924b92157f723d4e2fa6626e49992557a38-mm-4d8755d7766480-72530820.jpg

Ternyata rahasia bunglon untuk mengganti warna tubuhnya karena memiliki sel kromatofor pada kulitnya. Kromatofor memiliki lengan-lengan panjang seperti gurita yang dikelilingi oleh melanin (pigmen). Jika melanin mengumpul, maka yang muncul adalah warna gelap. Begitu juga sebaliknya, jika pigmen melanin menyebar, yang tampak adalah warna muda. Setiap kromatofor mempunyai warnanya masing-masing. Misalnya, kromatofor warna biru mengendalikan warna biru pada tubuh bunglon. Kromatofor juga terhubung dengan sistem syaraf, sehingga intensitas pigmennya dapat diatur.

si Rubah Merah



http://segalainfo.com/wp-content/uploads/2013/07/Rubah-Merah.jpg
Fakta Rubah Merah

Awalnya spesies endemik Amerika Utara, Eurasia dan Afrika Utara, rubah merah atau Vulpes vulpes, dapat ditemukan di seluruh dunia dalam berbagai habitat beragam. Rubah merah ini dikenal dengan kepandaian yang luar biasa, kecerdasan, licik dan kemampuan beradaptasi. Ini sebabnya, seperti yang saya katakan, akal makhluk itu, yang didefinisikan sebagai kualitas untuk dapat mengatasi situasi yang sulit, telah menerima rubah merah yang disebut sebagai ‘rubah’ di banyak tempat.
hewan adalah dari ukuran kucing besar. Meskipun rubah merah milik anggota keluarga anjing, ada perilaku tertentu yang ditunjukkan oleh hewan ini, yang menyerupai orang-orang kucing sebuah. hewan ini memiliki mantel merah dominan berkarat atau bulu (yang mungkin berbeda dari berangan gelap ke emas) dengan perut putih dan dengan demikian, namanya. Its telinga tips dan kaki berwarna hitam dan ekor memiliki diucapkan lebat membuat, dengan ujung biasanya putih. Deskripsi dengan beberapa fakta dasar dan rubah merah menarik menanti Anda berikut ini.

Jumat, 19 September 2014

Cheetah si Pelari Tercepat

 http://images.nationalgeographic.com/wpf/media-live/photos/000/002/cache/cheetahs_234_990x742.jpg
Cheetah adalah termasuk keluarga kucing yang memiliki ciri khas garis lengkung hitam dari sudut kedua matanya hingga ujung mulutnya. Garis ini dikenal dengan istilah “eye liner”. Sebagian ahli berpendapat bahwa fungsi eye liner adalah untuk mengurangi silau terpaan matahari ketika berburu yang sering dilakukannya pada siang hari. Cheetah adalah mamalia darat tercepat di dunia. cheetah bisa berlari dari 0 hingga 60 mil (96 kilometer) per jam hanya dalam tiga detik. Kucing besar ini cukup gesit dengan kecepatan dapat mencapai 115 km/jam dan dapat menikung dengan cepat dan mendadak dalam mengejar mangsa.

Sebelum memburu dengan cepat mereka, cheetah menggunakan penglihatan yang sangat tajam untuk memindai lingkungan padang rumput terhadap tanda-tanda mangsa-terutama kijang dan kelinci. Kucing besar ini adalah pemburu siang hari yang melakukan gerakan tersembunyi dan mantel tutul khasnya yang memungkinkan untuk berbaur dengan mudah di rumput tinggi dan kering.

woodpecker si Burung Pelatuk


Burung Pelatuk/Woodpecker (Foto: thebirdpoint.wordpress.com)
Burung Pelatuk/Woodpecker (Foto: thebirdpoint.wordpress.com)
Burung pelatuk (woodpecker) dikenal dengan kebiasaannya mematuk batang pohon untuk menemukan serangga yang hidup di celah-celah kulit pohon, dan untuk menggali rongga sarang. Ada lebih dari 180 spesies burung pelatuk, semuanya merupakan keluarga Picidae.
Pelatuk memakan serangga, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Burung pelatuk merupakan burung yang kuat, paruh runcingnya bertindak baik sebagai pahat dan linggis untuk menghilangkan kulit pohon dan menemukan serangga yang bersembunyi. Ia memiliki lidah yang sangat panjang, hingga empat inci dengan zat seperti lem di ujungnya, yang digunakan untuk menangkap serangga.