Tampilkan postingan dengan label terbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

Elang Jawa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmpgUoIiaVbFYlVICCTuuQoKYobDLrv55lIOUjRcc2ppcfKP1luIm2hscGWNhLkzG7ZdrGjbFHF8_hQMBr4m5nGHowmMz79LN8EC6EMKapHv0EYABX-SndCz0Sfj_lSZ5qMp0yw45KfNQy/s1600/elangjawa.jpg
Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.


Identifikasi

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 60cm yang habitatnya berada di pulau Jawa, Indonesia. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Sebagai salah satu satwa endemik di Pulau Jawa, spesies ini termasuk yang menghadapi risiko kepunahan karena berkurangnya habitat. Ia hidup di blok-blok hutan yang masih tersisa di daerah pegunungan.

Jumat, 19 September 2014

woodpecker si Burung Pelatuk


Burung Pelatuk/Woodpecker (Foto: thebirdpoint.wordpress.com)
Burung Pelatuk/Woodpecker (Foto: thebirdpoint.wordpress.com)
Burung pelatuk (woodpecker) dikenal dengan kebiasaannya mematuk batang pohon untuk menemukan serangga yang hidup di celah-celah kulit pohon, dan untuk menggali rongga sarang. Ada lebih dari 180 spesies burung pelatuk, semuanya merupakan keluarga Picidae.
Pelatuk memakan serangga, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Burung pelatuk merupakan burung yang kuat, paruh runcingnya bertindak baik sebagai pahat dan linggis untuk menghilangkan kulit pohon dan menemukan serangga yang bersembunyi. Ia memiliki lidah yang sangat panjang, hingga empat inci dengan zat seperti lem di ujungnya, yang digunakan untuk menangkap serangga.

Minggu, 14 September 2014

Kelelawar Vampir dari Venezuela

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1KlivXFkVwfVRY5mUIRS0b8QQGNmTz2XYXkIJZUvGUI4cnZcK9sFLRn6ZODNPbDeO89lpYaPe2jmQrMOlCAVWbreBHj3qK1jIIzoXPtckuwV2DP1_xda2dzx5Yce-lvcLfh0T_EbXGU4/s1600/Kelelawar+vampir.JPG
Jenis wisata yang ditawarkan oleh Venezuela adalah wisata pantai. Namun ternyata,, hewan buas yang dapat mengancam wisatawan saat pelesir di negara ini bukanlah hewan air, melainkan hewan yang bisa terbang.Sejak 1932, setidaknya tercatat ada 132 kematian manusia diakibatkan gigitan kelelawar vampir, jenis kelelawar yang membawa virus rabies. Kelelawar ini berhabitat di seluruh Amerika Tengah dan Selatan, dan paling banyak ditemukan di Venezuela. Hewan ini kerap disebut pembunuh dalam diam, karena sering saat mereka menggigit dan menghisap darah korbannya, tidak ada yang menyadari.